100 lira nenek divonis 6 tahun 8 bulan

Cucunya, yang diadili karena diduga memeras 100 lira dari neneknya untuk membeli narkoba di Kayseri, dijatuhi hukuman 6 tahun 8 bulan penjara.

Pada sidang putusan yang digelar di PN 5 tersebut hadir terdakwa MK yang ditahan, nenek dari pelapor korban ZK dan kuasa hukum terdakwa.

Menurut pendapatnya, jaksa penuntut menuntut agar terdakwa dihukum karena kejahatan “penjarahan”.

TORUN MENOLAK KLAIM

Dalam pembelaannya, terdakwa MK menyatakan bahwa dia tidak mengambil paksa uang 100 lira dari neneknya, bahwa dia tidak memukul atau mengancam, dan bahwa dia memecahkan jendela toilet bukan karena dia tidak memberinya uang, tetapi karena dia berkelahi. dengan kekasihnya.

Menyatakan bahwa neneknya mengeluh tentang dia untuk “masuk akal”, MK menyatakan bahwa dia menyesalinya dan meminta maaf kepada neneknya.

Korban ZK mengatakan bahwa cucunya, yang dia klaim telah memeras uangnya, menggunakan narkoba, dan bahwa dia telah mengajukan tuntutan pidana ke kantor kejaksaan untuk menyingkirkannya dan mendapatkan perawatan.

AYAH DIKUMPULKAN OLEH KELUHAN

Sang nenek, yang menyerahkan pengaduannya di persidangan, menuntut cucunya, yang cocok dengan lingkaran pertemanannya, diperlakukan dan tidak dihukum.

Kakak tersangka, yang didengar keterangannya sebagai saksi, menyatakan bahwa kakaknya pernah menggunakan narkoba dengan cara memeras uang neneknya sebelumnya, dan ketika tidak bisa mendapatkannya dan krisis datang, dia mendobrak pintu dan jendela.

Dewan pengadilan menjatuhkan hukuman 6 tahun 8 bulan penjara kepada terdakwa M.K atas kejahatan “penjarahan” dan memutuskan bahwa penahanannya harus dilanjutkan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *